Pages

  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • RSS Feed

Tuesday, April 16, 2013




Islam Liberal adalah kemasan baru dari kelompok lama yang orang-orangnya dikenal nyeleneh. Kelompok nyeleneh itu setelah berhasil memposisikan orang-orangnya dalam jajaran yang mereka sebut pembaharu atau modernis, kemudian melangkah lagi dengan kemasan barunya, Islam liberal.
Salah satu dari sekian banyak kelompok liberal di Indonesia ada yang menamakan diri JIL –Jaringan Islam Liberal.
Sebagai gambaran betapa banyaknya lembaga Islam liberal, ada 44 lembaga yang pernah didanai lembaga kafir Amerika, TAF -The Asia Foundation. (Lihat buku Hartono Ahmad Jaiz,Jejak Tokoh Islam dalam Kristenisasi, Darul Falah, Jakarta, 2004). Kemudian di antara pentolan-pentolannya ada yang menghalalkan homosex seperti Musdah Mulia, dan membela aliran sesat Ahmadiyah seperti Azyumardi Azra, namun justru mereka ini kemudian dimasukkan dalam buku 500 Tokoh Islam yang Berpengaruh di Dunia, terbitan Amman Yordan. (Lihat http://nahimunkar.com/18626/buku-500-muslim-berpengaruh-di-dunia-dari-penghalal-homosex-sampai-pentolan-aliran-sesat/).
Kalau boleh diibaratkan secara gampangnya, lembaga-lembaga liberal seperti JIL, Paramadina dan semacamnya itu adalah semacam pedagang kaki lima atau kios-kios kecil yang jualan Islam liberal. Sedang perguruan tinggi Islam negeri se-Indonesia di bawah Depag, kini Kemenag (Kementerian Agama) itu telah difungsikan ibarat toko-toko resmi untuk jualan Islam liberal alias pemurtadan. Itu setelah mereka “kulakan faham kekafiran” dengan cara intensif menyekolahkan dosen-dosen IAIN se-Indonesia ke perguruan tinggi kafir di negeri-negeri Barat, Amerika, Eropa, Australia dan sebagainya. Mereka belajar atas nama studi Islam tapi ke negeri-negeri kafir.
Kemudian hasil “kulakan faham kekafiran” itu dijual di toko-toko resmi yang ujudnya IAIN, UIN, STAIN dan semacamnya yakni perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Karena jualannya sudah berganti dengan “faham kekafiran hasil kulakan dari negeri-negeri kafir”, maka untuk memuluskannya, diubahlah kurikulum IAIN se-Indonesia oleh Harun Nasution, dari kulrikulum Ahlus Sunnah diganti jadi kurikulum Mu’tazilah (aliran sesat) yang dia sebut rasionalis. Itu untuk mengubah dari metode memahami Islam pakai metode yang sehrusnya yakni ilmu Islam itu sendiri, diganti dengan memahami Islam pakai sosiologi agama ala Barat, yang memandang agama hanya sekadar fenomena social.
Memang Harun Nasution kulakan sosiologi ala Barat itu dari Universitas Amerika di Kairo lulus BA jurusan Sosiologi tahun 1952. Kemudian kulakan ilmu lainnya dari negeri kafir pula di McGill University di Kanada. (Dia bisa ke sana karena dimasukkan oleh Prof HM Rasjidi, namun belakangan beliau sangat menyesali setelah kelakuan Harun Nasution bukan membela Islam tetapi malah sebaliknya itu).
Ada dua jalur yang ditempuh. Jalur pertama, Depag (kini Kemenag) mengirimkan secara besar-besaran dosen-dosen IAIN se-Indonesia untuk “kulakan faham kekafiran atas nama studi Islam” ke negeri-negeri kafir di Barat sejak 1975, dan paling intensip zaman Menteri Agama Munawir Sjadzali dua periode 1983-1992). Jalur kedua, Harun Nasution (ditugasi?) mengubah kurikulum dari Ahlus Sunnah diubah jadi Mu’tazilah (aliran sesat). Sehingga para dosen yang sudah pulang dari “kulakan faham kekafiran dari Barat” itu tinggal jualan “faham kekafirannya” ke seluruh perguruan tinggi Islam se-Indonesia di mana mereka bertugas kembali. Hingga timbul pendapat yang aneh-aneh. Misalnya, kata Nurcholish Madjid: Iblis kelak masuk surga dan surganya tertinggi, karena tidak mau sujud kepada Adam.
Astaghfirullah… Iblis itu jelas Allah katakan membangkang dan sombong, dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Mana ada orang kafir masuk surga?!
Juga pendapat Atho’ Muzhar, bahwa masjidil Aqsha yang di dalam Al-Qur’an Surat Al-Israa’ itu bukan di Baitul Maqdis Palestina tetapi di baitul makmur di langit.
Pendapat itu saya (Hartono Ahmad Jaiz) kemukakan kepada Syaikh Rajab tahun 1993 dalam Konferensi Mujamma’ Fiqh Islam di Brunei Darussalam yang didampingi Syaikh Khayyath mantan Menteri Agama Yordan. Maka Syaikh Rajab terheran-heran dan berkata: “Saya kan imam Masjidil Aqsha di Palestina.”
Demikianlah di antara kesesatan mereka. Namun atas rekayasa Depag dan Harun Nasution (dulu Rektor IAIN Jakarta) itu maka mulus lah penjajaan pluralisme agama alias kemusyrikan baru di perguruan tinggi Islam se-Indonesia.  Maka tidak mengherankan, kemudian muncul reaksi, di antaranya ada buku yang menyoroti tajam pemurtadan secara lembaga resmi itu yakni tulisan Hartono Ahmad Jaiz dengan judul Ada Pemurtadan di IAIN terbit tahun 2005, maksudnya ya perguruan tinggi Islam seluruh Indonesia. Juga buku Adian Husaini, berjudul Hegemoni… Bahkan kini Kemenag disinyalir sudah aktif memurtadkan lewat jalur tingkat sekolah SD, SMP dan SMA dengan memasukkan pendidikan multikulturalisme (bahayanya sama dengan pluralisme agama atau Islam liberal) pada PAI (Pendidikan Agama Islam). Yang cukup mencenangkan, pihak Kementerian Agama (Kemenag) sendiri justru sudah menerbitkan buku mengenai multikulturalisme ini. Salah satu judul buku Kemenag ini adalah “Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan SMK.” http://nahimunkar.com/17291/multikulturalisme-sama-bahayanya-dengan-pluralisme/

Jadi jangan sampai Ummat Islam kini menganggap bahwa pemurtadan yang dilancarkan Islam liberal sudah sepi. Bukan sepi, tetapi justru sudah masuk secara intensip lewat jalur-jalur resmi yakni perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Di samping itu Kemenag juga mengirimkan misionaris-misionaris yang bermuatan sesatnya dan bekerjasama dengan lembaga lainnya. Seperti yang baru-baru ini diterjunkan, 30 Dai “Rahmatan” Kemenag dinilai mengusung faham bahaya: pluralisme agama http://nahimunkar.com/18387/30-dai-rahmatan-kemenag-dinilai-menguasung-faham-bahaya-pluralisme-agama/


Oleh :  Hartono Ahmad Jaiz 

Sunday, April 7, 2013





Beberapa bulan yang lalu saya pernah menyatakan sikap tentang dukungan saya untuk gerakan #IndonesiaTanpaJIL. Gerakan yang berawal dari twitter ini kini berusia 1 tahun. 
Saya sering ditanyai oleh beberapa rekan yang masih asing dengan istilah "JIL". Apa sih JIL itu? Mereka menamai diri mereka sebagai Jaringan Islam Liberal. Islam, tapi liberal. 

Sederhananya, saya mendefinisikan JIL sebagai segerombol orang-orang yang mengaku Islam, tapi malah menghina dan merusak Islam dari dalam. Jeleknya, yang pertama, mereka membawa-bawa nama Islam. Dalam buku Islam Liberal 101 yang ditulis oleh Akmal Sjafril, penggunaan "Islam" dalam JIL ini semata karena mereka sendiri tak pede kalo tak membawa-bawa Islam. Singkatnya, bagaimana mau 'mengajak' orang-orang kalo yang ngajak bukan pemeluk Islam. Begitu. lengkapnya baca di Mengenal Gerakan #IndonesiaTanpaJIL 

Kedua, selain membawa-bawa Islam, sehingga kami *para pemeluk Islam, bukan pemeluk Islam liberal* menjadi gerah, orang-orang JIL serta yang menganut paham SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme agama) ini mengajak dan menyebarkan kesesatan mereka. Berbahaya bagi generasi penerus! That's why, if you tolerate this, your children will be next!

Ingin lihat bukti nyelenhnya pemikiran mereka? Berikut saya tampilkan beberapa tweet mereka, yang dikomplilasi oleh Akmal Sjafril.

1. It's all about money



Ceritanya ini waktu Hard Rock FM mengundang pihak #IndonesiaTanpaJIL dan pihak JIL untuk diskusi di program radio, yang datang hanya mas Akmal. Orang JIL diundang, 1 pun tak ada yang datang. Ngelesnya, ya itu. Yang honor lah, yang waktu lah, ckckck. Rekaman siarannya bisa diunduh di 4shared. Gapapa yah ga ada orang JILnya ihihihi.

2. Hilangnya empati


bukan saatnya bercanda kalo ada sodara kita yg lagi susah !!

3. Mulut kotor


jangan tanya kenapa, ini karna dia emosi karna gerakan sesat mereka mulai di tentang banyak orang :P

4. Ngakunya berani debat, tapi...


INI BOHONG !! kapan pernah diskusi ulil cs dengan salah satu dari kami #IndonesiaTanpaJIL

5. Mendukung homoseks


Hiii, na'udzubillahi min dzaliik.. Orang tua macam apa yang biarin anaknya jadi gay atau lesbian atau sesat karna ajaran ahmadiyah

6. Musuh semua agama


SARA !! 

7. Blunder


Ini ceritanya, itu orang berdua lagi pada ngomongin tentang kisah Ashabul Kahfi dalam QS Kahfi. Firman Allah, dianggap dongeng. Persis banget ya tabiat mereka dengan yang dijabarkan dalam QS Al Anfal ayat 31.  Maha benar Allah, dengan segala FirmanNya.

8. Mesum


Jelas dan terpampang nyata nyelenehnya.

9. Anti Agama


Tuh, apa jadinya orang-orang kayak begini kalo jadi pemimpin. Hororrr.

10. Maksudnya?


Indonesia di akui merdeka pertama kali itu ya oleh palestina !! wajar kalo bangsa kita empati !!

11. Senang 'mengoplos'


Semakin terpampang nyata sesatnya

12. Mendukung kehadiran 'nabi-nabi' baru


siapa yg mau jadi nabi baru? hehe

13. Anti jilbab dan suka dengan kekerasan verbal


kalo gue bilang sih ini gak liberal :p liberal = bebas . yah bebas dong muslimah pake jilbab atau hijab dimana aja dan kapan aja? :))

14.  Melecehkan keimanan


Kalo kata Syaikh @Yukosiswanto, statement ini udah masuk dalam kategori kufur. Hakikatnya, justru orang miskin adalah orang yang tak punya iman dalam dadanya.

15. Mendukung penyakit moral masyarakat


setuju? ini bukan AMERIKA ini bukan ARAB tapi ini INDONESIA yang BERADAB !!


16. Devide et Impera.


makin ketahuan misionaris dari JIL :))

17. Jarang Baca Berita dan menebar fitnah


coba kalian browsing tentang rohingnya atau suriah :)
jelas sekali ulil ini jarang baca berita internasional dan suka lempar fitnah atau tuduhan yg tak beralasan :p

Dan maaasih banyak lagi kenyelenehan lain yang bisa teman-teman baca sendiri dari kumpulan twit yang hari ini dibuat kang Akmal.

Jangan buru-buru menganggap apa yang mereka tuliskan di twitter ini adalah hal kecil. Justru, kini usia JIL sudah 12 tahun, pemikirannya terkait liberalisme agama telah menyebar kemana-mana, padahal MUI sudah memfatwakan bahwa pluralisme, sekularisme, dan liberalisme agama itu SESAT.

Dan bedakan antara pluralitas dengan pluralisme ya teman-teman. Pluralisme itu menganggap bahwa semua agama sama, sedangkan pluralitas menghargai dan menghormati perbedaan agama yang kita anut, sesuai kepercayaan kita masing-masing. Kalo dalam Islam, ini namanya tasamuh, lebih keren dari toleransi :)

And for this, I still stand still support #IndonesiaTanpaJIL! Yeaaaah..

dikutip dari Pejuang #IndonesiaTanpaJIL : diniezh blog

Tuesday, March 19, 2013


DROPSHIPPING DAN ALTERNATIF TRANSAKSI YANG HALAL (WAJIB DIBACA PEDAGANG ONLINE).



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

Dengan adanya kemudahan internet, berbondong-bondong para netter memindahkan aktivitas mereka di dunia nyata ke dunia maya. Diantaranya adalah bisnis online. Dropshipping, menjadi salah satu pilihan sistem bisnis online yang banyak dilakoni para netter. Ya, dengan internet, semua bisa jadi uang.

Sebagai hamba yang beriman, tentu kita tidak akan menelan semua sistem yang berlaku di masyarakat secara mentah-mentah. Kita sepakat, tidak semua praktek bisnis yang tersebar di masyarakat, telah memenuhi standar halal secara syariat. Karena itu, sangat penting, ketika anda hendak melakoni suatu sistem bisnis tertentu, terlebih dahulu anda harus memahami hakekatnya dan hukumnya.

Apa itu Dropship?

Thursday, February 21, 2013


Beberapa waktu yang lalu, gue mendapati si Ulil Abshar antek Jaringan Islam Liberal (JIL) berkicau di twitter mengenai kaumLGBT = Lesbian Gay Bisexual & Transgender. Dan, yang bikin gue miris, ini orang malah menentang Firman Allah dalam Al Qur’an dengan pemikiran ngawurnya! Silahkan disimak kultwit dia yang sebagian udah gue capture :
 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff